Cerita Punggung
Posted on | August 4, 2011 | No Comments
Sebuah punggung, dan kamu. Pada awalnya hanya sebuah cerita tentang cacing muda dalam punggungmu. Sigap bergerak, di punggung. Kemudian kamu tunjukkan punggung merah jambu itu padaku. “Dulu, cacing ini sering pindah-pindah,” ungkapnya seraya menunjukkannya padaku. Tapi aku hanya melihat sebuah punggung, punggung yang indah.
Entah, apa kala itu kamu nyaman membuka t-shirt-mu didepanku. Kemudian menunjukkan punggungmu. Bahkan aku masih ingat warna kaosmu, kuning terang, Itu kaos ibumu, katamu.
Sayang, apa kamu ingat, aku hanya diam saja kala itu. Aku takut, kaget. Karena itu pertama kali aku melihat kamu membuka bajumu. Sebuah pertanyaan muncul, “Apa ini juga pertama kalinya kamu membuka baju untuk seorang lelaki?”. Entahlah, aku tak pernah tau jawabannya. Toh, aku tak pernah menanyakan hal itu padamu.
Yang aku ingat, aku mencium punggung itu
Comments
Leave a Reply