oktoria yulius darmawan

tulis menulis tulisan

Open Source mati di tangan Oracle?

Posted on | April 23, 2009 | 1 Comment

Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Oracle, perusahaan software bisnis raksasa terhadap Sun Microsystem. Setelah berhasil meminang Sun Microsystem senilai USD 7,4 miliar, pertanyaan yang pertama muncul di benak saya adalah, apakah ini awal kematian open source?

Sun, yang dibantu jejaring komunitas dalam menguatkan produk-produknya, merupakan garda terdepan dalam peredaran software opensource. Sebut saja Java, sebuah bahasa pemrograman yang berhasil merajalela dan bersarang di pikiran (hampir) setiap programmer. Bahkan oleh Tiobe [1] bahasa pemrograman ini didapuk menempati nomer wahid dirunut berdasarkan popularitas.

Sederet jagoan open source lain seperti OpenOffice, OpenSolaris, Netbeans, JavaFX juga bernaung di Sun, belum lagi MySQL, DBMS saingan Oracle yang baru saja dibeli Sun beberapa waktu lalu. Ini berarti Oracle yang notabene merupakan perusahaan komersil memiliki banyak amunisi hasil kerja bakti dunia open source.

Apatisme komunitas open source?

Lalu kenapa saya berpikir kejadian ini bakal menjadi pemicu kematian open source? Saya membayangkan hal terburuk yang ada di pikiran komunitas open source. Jika saya merupakan salah satu penggiat open source, tentunya saya akan lebih berhati-hati menggarap project open source yang nantinya bisa saja berubah menjadi sebuah produk komersil.

Tentu saja, ketika dunia open source sudah bergabung dengan produk komersil, ini akan mengganggu pakem yang selama ini dianut dunia open source. Penggiat ini akan berusaha menerka-nerka siklus hidup produk buatannya, malah bisa jadi mereka menjadi apatis terhadap dunia open source.

Daud Vs Goliath?

Namun saya yakin ini adalah proses sinkronisasi sebuah peradaban. Jika benar open source sudah diminati dunia, tentu saja ini bukan lagi pertarungan antara Daud dan Goliat, sebuah pertarungan antara sang raksasa dan jagoan (yang dianggap) tidak berdaya, melainkan sebuah tonggak sejarah kerjasama antara dua kubu yang berseteru. Lalu apa cerita selanjutnya terhadap produk yang akan diterbitkan perusahaan yang digawangi Larry Ellison tersebut, saya pun tak sabar menunggu.

Bagaimana pendapat Anda?

Notes:

[1] http://www.tiobe.com/index.php/content/paperinfo/tpci/index.html

Comments

One Response to “Open Source mati di tangan Oracle?”

  1. chris
    December 22nd, 2009 @ 12:17 pm

    saya jg agak kecewa dengan software yg berbayar…yg dibilang mas td klo software yg open source sgt diminati dan sudah live dmn2..

    jng lupa mampir ke sini mas..

Leave a Reply





About

Pria penuh mimpi yang menyukai hujan dan sedang menunggu perempuan matahari untuk menciptakan pelangi. Seorang Yahoo fanatic, Google addict, Oslo Opera team wanna be, serta berniat melanjutkan kuliah S2 di Eropa. Tertarik untuk berkomunikasi dengan saya, silahkan hubungi saya di hello@mawan.info.

Subscribe to our feed

Search

Admin