oktoria yulius darmawan

tulis menulis tulisan

Menjual Pelangi

Posted on | November 22, 2009 | 1 Comment

Teh panas, keripik pedas dan senja di stasiun. Senja yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah, dan aku tetap ingat kamu…

“Hari ini, aku kembali lagi ke Bogor,” kataku. “Untuk apa? Mencari matahari disana?” perempuan matahari itu menjawab.

Selama ini, kota hujan selalu menjadi pelarianku ketika perempuan itu kembali mencabik hatiku. Entah kenapa kota itu menjadi pengganti dirinya, padahal hanya itu-itu saja daerah yang kujelajahi.

“Bukan… semuanya hanya untuk mengenang dirimu. Aku mencari pelangi, selama masih ada pelangi, aku masih yakin akan cintaku padamu, pelangi itu menjadi peganganku untuk tetap mencintaimu,”  pemuda penuh harapan itu menjawab.

“Jangan cari pelangi, carilah perempuan matahari lain, aku kini tidak mencintaimu lagi”

Lamat-lamat seperti terdengar Robbie William mengalunkan lagu

Rest assured my angels
Will catch my tears
Walk me out of here
I’m in pain [1]

Referensi:

[1] Better man, Robbie William, Album Sing When You’re Winning

Open Source mati di tangan Oracle?

Posted on | April 23, 2009 | 1 Comment

Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Oracle, perusahaan software bisnis raksasa terhadap Sun Microsystem. Setelah berhasil meminang Sun Microsystem senilai USD 7,4 miliar, pertanyaan yang pertama muncul di benak saya adalah, apakah ini awal kematian open source?

Sun, yang dibantu jejaring komunitas dalam menguatkan produk-produknya, merupakan garda terdepan dalam peredaran software opensource. Sebut saja Java, sebuah bahasa pemrograman yang berhasil merajalela dan bersarang di pikiran (hampir) setiap programmer. Bahkan oleh Tiobe [1] bahasa pemrograman ini didapuk menempati nomer wahid dirunut berdasarkan popularitas.

Sederet jagoan open source lain seperti OpenOffice, OpenSolaris, Netbeans, JavaFX juga bernaung di Sun, belum lagi MySQL, DBMS saingan Oracle yang baru saja dibeli Sun beberapa waktu lalu. Ini berarti Oracle yang notabene merupakan perusahaan komersil memiliki banyak amunisi hasil kerja bakti dunia open source.

Apatisme komunitas open source?

Lalu kenapa saya berpikir kejadian ini bakal menjadi pemicu kematian open source? Saya membayangkan hal terburuk yang ada di pikiran komunitas open source. Jika saya merupakan salah satu penggiat open source, tentunya saya akan lebih berhati-hati menggarap project open source yang nantinya bisa saja berubah menjadi sebuah produk komersil.

Tentu saja, ketika dunia open source sudah bergabung dengan produk komersil, ini akan mengganggu pakem yang selama ini dianut dunia open source. Penggiat ini akan berusaha menerka-nerka siklus hidup produk buatannya, malah bisa jadi mereka menjadi apatis terhadap dunia open source.

Daud Vs Goliath?

Namun saya yakin ini adalah proses sinkronisasi sebuah peradaban. Jika benar open source sudah diminati dunia, tentu saja ini bukan lagi pertarungan antara Daud dan Goliat, sebuah pertarungan antara sang raksasa dan jagoan (yang dianggap) tidak berdaya, melainkan sebuah tonggak sejarah kerjasama antara dua kubu yang berseteru. Lalu apa cerita selanjutnya terhadap produk yang akan diterbitkan perusahaan yang digawangi Larry Ellison tersebut, saya pun tak sabar menunggu.

Bagaimana pendapat Anda?

Notes:

[1] http://www.tiobe.com/index.php/content/paperinfo/tpci/index.html

Jogja Juga Goes Open Source

Posted on | August 20, 2005 | No Comments

Jogjakarta, Gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS) yang dikumandangkan pemerintah, menggugah komunitas open source di Jogja untuk membuat hal serupa. Dengan semangat kemerdekaan RI yang ke-60, kota pelajar ini pun ikutan menggalakkan penggunaan software open source.

Gerakan IGOS yang digembar-gemborkan demi menggalakkan pengembangan dan pemanfaatan open source software (OSS), saat ini didukung oleh adanya Jogja Goes Open Source (JGOS).

JGOS saat ini didukung oleh Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) Universitas Gajah Mada dan KKN Cyber 2005. “Jogja sebagai salah satu kota yang dipersiapkan menjadi contoh perkotaan cyber, harus siap menghadapi segala kemungkinan termasuk migrasi ke sistim operasi open source (OS),” ujar Kemas M. Fadhli, Koordinator KKN cyber 2005, seperti dikutip detikinet Jogja, Kamis (18/8/2005). KKN Cyber merupakan salah satu jenis program Kuliah Kerja Nyata di UGM.

“Sebagai langkah awal, kegiatan JGOS ini kami tujukan untuk mengenalkan teknologi open source kepada masyarakat Jogja yang awam akan teknologi terkait. Untuk itu kami akan menyelenggarakan seminar,” papar Luqman, Ketua Panitia dari seminar nasional JGOS.

Seminar yang bertema “Open Source Technology” ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2005 di Magister Manajemen Universitas Gajah Mada.

“JGOS bukan saja berarti Jogja Goes Open Source, tetapi bila ditilik dalam bahasa jawa sesuai dengan cara bacanya yaitu ‘jegos’ dapat berarti mampu. Dan saya yakin Jogja–pada khususnya UGM–mampu untuk mengembangkan dan bahkan menggunakan software open source,” papar Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo M.Sc, penggagas ide pemasyarakatan software open source di Jogja, yang juga Kepala PPTIK UGM.

UGM sendiri sebagai barometer kota Jogja telah membuat beberapa situs yang berkaitan dengan adanya gerakan penggunaan software open source. Misalnya, osi.ugm.ac.id dan info.ugm.ac.id. Situs-situs ini terdapat di link-link mirror situs-situs open source. Software open source serta sistem operasi open source dapat di-download langsung dari situs tersebut.

“Kami akan terus mengembangkan sistim ini, agar dapat digunakan sehingga dapat terus mensosialisasikan gerakan open source,” imbuh Fadhli.

JGOS mendukung program KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) di Jogjakarta. Ke depannya, program ini ditujukan untuk membangun sumber daya manusia yang bisa bersaing secara global.

Pernah dimuat di DetikInet 20 Agustus 2005

About

Pria penuh mimpi yang menyukai hujan dan sedang menunggu perempuan matahari untuk menciptakan pelangi. Seorang Yahoo fanatic, Google addict, Oslo Opera team wanna be, serta berniat melanjutkan kuliah S2 di Eropa. Tertarik untuk berkomunikasi dengan saya, silahkan hubungi saya di hello@mawan.info.

Subscribe to our feed

Search

Admin